Kemarin dah aku ceritain bagaimana kehidupan masa kanak2ku di kota Blitar..kutho cilik kang kawentar….sekarang lanjut ke kisah di Modo, Lamongan.
Dalam perjalanan pindah dari Modo ke Lamongan aku selalu menangis, rasanya gak ikhlas kalo harus ninggalin masa kanak2ku selama di Blitar. Selama perjalanan itu pula kakakku (Catur Restu Wahyu Utami) selalu menangis, dan menangisnya gak tanggung2 sampe gulung koming gak karu2an. Aku tahu pasti kakak merasakan hal yang sama denganku, yaitu perasaan kehilangan. Kehilangan teman, kehilangan masa indah. Dan yang pasti, aku kehilangan konde kesayanganku…huaaaaa :’(. Ibuk pun bingung bagaimana menenangkan kakakku. Ibu bilang ke kakak, “Yoalah Nduk, wis ta lah ojo nangis ae. Kabeh yo sedih. Mengko lak entuk konco anyar maneh”. Dalam bahasa indonesia ” Yoalah Nduk, sudahlah jangan menangis terus. Semua juga sedih, ntar pasti dapet teman baru lagi”. Sambil sesenggukan, kakakku menjawab “Aku gak sedih Bu, aku luwe”..hiyaaaa…gedubrak. Kirain aja sedih, eh ternyata kakak nangis karna laper…bikin orang bingung aja. Setelah menyantap nasi bungkus, kakakku dah gak nangis lagi…walaahhhh….
Setelah nyampe di Modo..aku sungguh terkejut, ternyata keadaannya gak seindah dalam angan2. Modo adalah suatu desa kecil, letaknya terpencil. Dan yang membuat prihatin, desa Modo belum di aliri listrik..penerangan hanya mengandalkan diesel. Dan itupun nyalur ke dieselnya orang, bukan diesel sendiri. Alhasil, kalo siang tidak ada aktifitas yang menggunakan listrik. Selama tinggal di sana, kami sekeluarga tidak pernah liat tipi pada siang hari..sungguh memprihatinkan. Dan karena tidak ada listrik itulah aku jadi bisa setrika dengan setrika arang :).
Kami tinggal di koramil Modo, bagian depan kantor, bagian belakangnya rumah dinas. Koramil ini letaknya sebelah balai desa dan….bekas gedung sekolah yang sudah tidak digunakan lagi. Jadi bangunannya rusak dan temboknya berselimutkan lumut. antar rumah dan bangunan gedung sekolah itu hanya terpisah tembok yang tidak seberapa tinggi. Jadi dari belakang rumah kengerian bangunan itu terlihat dengan jelas. Kalo malam tiba aku usahakan tidak ke kamar mandi, sehingga aku tidak melihat bentuk gedung sekolah itu pada saat malam hari. Bisa anda bayangkan, bagaimana ketakutan anak kecil usia 4.5 tahun melihat bangunan tua yang di tumbuhi lumut di sana sini dan tidak berpenghuni. Pernah tetangga bilang kalo di gedung itu merupakan sarang hantu, karena termakan omongannya pernah aku gak pulang selama 3 hari. Aku tidur di tetangga depan rumah. Tapi setelah hampir sebulan tinggal di sana, alhamdulillah ketakutan itu dapat di atasi.
Tetangga depan rumah sangat baik sekali. Kalo gak salah namanya Mbak Lis (buka salon) Punya 2 anak namanya Epang (3 tahun) dan Nisa (2 tahun). Serta keponakan namanya Fida (2.5 tahun). Merekalah hiburanku selama di Modo (karena tidak dapat melihat tipi di siang hari). Aku sering menggendong anak2 kecil itu..bermain…dan yang paling ku inget, Nisa dan Fida selalu minta aku gendong berbarengan…walah abot tenan. Tapi karena aku suka anak kecil, tak turutin maunya mereka. Di salon milik Mbak Lis itu pula aku mengkeriting rambutku :), karena pas itu ibu ngritingin rambut, ya udah sebagai anak yang mengidolakan sosok ibu, aku ikut mengkeriting rambut. Ibu hasilnya bagus, sedangkan aku..walah..jadi njebobok (mbuh bahasa indonesianya apa)…ada fotonya di rumah kalo kalian pengen lihat :D. Pokok’e ancurlah gak karu2an.
Aku di masukkan ke sekolah TK Aisyiah Bustanul Arifin. Yup sekolah Islam, semua pake seragam panjang dan pake jilbab….kecuali aku…seragam lengan pendek dan rok se dengkul. Memang lain daripada yang lain. Di sinipun nasibku sama…di antar hari pertama sekolah, dan berangkat sendiri di hari2 berikutnya. Karena sekolah Islam jadi libur hari Jum’at. Tapi tidak denganku aku hari jum’at libur dan hari Minggu aku juga tetap libur..huehehe. Di sini aku harus balik lagi ke TK Nol Kecil…amsyong, alhasil aku TK 3 tahun.
Di sekolah ini, bakat nakalku semakin terpupuk. Setiap orangtuaku pergi rapat ke Lamongan aku selalu membolos sekolah. Mereka berangkat rapat, aku juga berangkat sekolah, tapi belum sampai di tempat aku dah belok ke masjid mainan di sana. Sambil ajak temanku buat mbolos (bodohnya mereka yo mau tak ajak mbolos). Masjidnya dekat ama sekolah, jadi bapak Ibu gak curiga :). Karena selalu bikin ribut, aku pernah di siram air bekas cuci piring ama bapak2 penjaga masjid…heheeh..tapi yo gak kapok2. Kalo gak mbolos ya tetap berangkat sekolah, tapi di sekolah aku nyuruh temanku bilang ke guru kalo aku sakit. Biasanya se di tawari pulang ato maem bubur kacang ijo. Kalo pas gak pengen pulang ya aku milih maem bubur kacang ijo..hehehe. Trus bukan itu aja ulahku. Di depan sekolah di tanam tanaman peniti2an (gak ngerti nama lainnya apa), bentuknya kursi. Lucu banget, mengundang hasrat untuk menduduki. Ya wis, aku coba buat duduk di kursi tanaman itu..ternyata tanaman itu daun2nya langsung membelah dan aku jatuh terduduk. Tapi, tanaman itu dah gak mbentuk kursi lagi…miyak gak karu2an. Dan aku cuma bisa…kabuuurr. Besoknya tukang kebun marah2 karena tanamannya ancur..dan aku tetap diam tak bergeming alias..gak ngaku :). Di sekolah ini pula aku tiap pagi musti minum telur ayam kampung…MENTAH. Yup itu bukti kejamnya bapakku ke aku..hehehe :D. Kata bapak, minum telur ayam kampung mentah bisa bikin daya tahan tubuh bagus. Karena gak mau minum di rumah (tiap mo minum kabur ke tetangga), akhirnya telur itu di kirim ke sekolah. Berhubung kepala sekolah jahatnya minta ampun, ya wis aku manut ae menelan minuman yang berlendir itu…iyyeeeeekkkk. Entah berapa puluh telur yang sudah masuk ke perutku…kalo inget bikin mual…hueeekkk. Aku sekolah dua tahun di sana dan akhirnya lulus dengan nilai sempurna (ada ijazahnya lho…).
Kemudian kelas satu aku sekolah di SDN Mojorejo III. Berangkat sekolah dengan kakak, tapi pulangnya sendiri karena jam pulang beda. Walopun sudah masuk SD, nakalku tak berkurang sama sekali. Ato bahkan tambah tumbuh dengan suburnya. Pertama kali masuk SD aku sudah harus berdiri di depan kelas. Pada saat itu temanku uangnya jatuh…menggelinding..sampe akhirnya berhenti di dekat kakiku. Temanku nangis gak karu2an karena uangnya ilang (100 rupiah kala itu dah besar banget nilainya). Karena gregetan cowok kok nangisan, uangnya ku injak dan aku diam aja. Guru dan murid sekelas bingung nyari (anaknya tetep nangis kueras). Setelah beberapa lama, anak itu pun diam tapi tetap sesenggukan (mungkin perutnya dah kaku)..trus aku bilang..”Bu Guru, ini uangnya ketemu”…eh temanku (ato lebih tepatnya musuhku) di bangku belakangku bilang “Bu itu tadi di sembunyiin Neneng di bawah kakinya”…amsyoong..akhirnya berdiri deh di depan kelas. Mungkin karena dendam sama anak tukang adu tadi, akhirnya suatu saat pas dia lagi duduk, aku nyungsep di bawah mejanya dia, pas itu dia berdiri, roknya tak pegangi. Karena kancingannya cuma dari peniti..alhasil rok itu lepas dengan sempurna..wkkkk..sukuuurrr…betapa puasnya diriku. Karena kenakalanku itulah aku hanya punya 3 teman yaitu David (cowok), Puput (cowok) dan Dek Ice (cewek)..hehe..padahal seumuran tapi aku dngan pedenya panggil “Dek”. Kemana2 slalu bertiga..peringkat kelas pun di perebutkan bertiga. Pulang sekolah selalu bertiga..manjat pohon asem pun slalu bertiga hehehe…:D. Kemarin ketemu lagi ama Dek Ice di bursa karir ITS setelah 19 tahun gak ketemu (tangis2an…ngisin2i). Kangen banget ma mereka.
Tapi aku di sana cuma ampe kelas satu, karena naik kelas dua aku harus pindah. Walopun tetap wilayah Lamongan tapi beda kecamatan. Yup aku pindah ke kecamatan Ngimbang mengikuti Bapak yang harus jadi Danramil di sana. Meninggalkan teman2 yang baru saja ku kenal..meninggalkan Bu Jinah yang sayaaaaaang banget ke aku meskipun aku nakal. Bayangin, aku pindah sekolah aja Bu Jinah ampe nangis sesenggukan…maafkan aku ya Bu. Tapi inilah resiko jadi anak seorang TNI-AD. Selamat tinggal desa Modo…….selamat tinggal Puput, David, Dek Ice, Bu Jinah, Mbak Lis, Epang, Nisa, Fida (ya cuma mereka yang tak inget..yang lain maaf kalo gak kesebut). Perjalanan berikutnya adalah….kecamatan Ngimbang…kabupaten L:amongan..Chaiyoooooo….
______________________To Be Continue_______________________